Keuangan

Prinsip Ekonomi, Pengertian dan Jenisnya

Prinsip ekonomi sudah menjadi konsep yang tidak asing lagi. Ketika seseorang membeli barang dan memberikan uangnya, terlebih dahulu menukarnya dengan barang sudah dibeli.

Sebagaimana dijelaskan oleh definisi tersebut, tujuan teori ini adalah untuk mencapai perbandingan yang rasional antara usaha telah dilakukan dengan hasil dicapai.

Sederhananya, tujuannya adalah memaksimalkan keuntungan juga meminimalkan kerugian. Contoh dari teori ini yaitu memilih tempat usaha yang dekat dengan lokasi bahan baku dan pemasaran.

Ketahui Pengertian dari Prinsip Ekonomi

Pada prinsipnya ekonomi berfungsi untuk memenuhi kebutuhan Anda yang tidak terbatas dengan sumber daya terbatas. Prinsip ini juga dapat berarti pilihan konsumen dan faktor serta perilaku memengaruhi pilihan tersebut.

Konsumen ini dapat berupa siapa saja, bisnis, organisasi, atau lembaga pemerintah telah menggunakan layanan atau produk untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Konsumen adalah orang hanya memakai produk tanpa perlu menjualnya kembali kepada pihak tertentu. Keunggulan dari prinsip ini adalah mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya, meminimalkan resiko kerugian atau kerusakan.

Mencapai tingkat kemakmuran Anda inginkan, mencapai hasil kerja sudah terjamin kualitasnya hingga memenuhi tingkat kepuasan pelaku ekonomi.

Untuk lebih memahami prinsip ekonomi yang ada, buku Principles of Economics dari Case Fair dapat digunakan sebagai referensi, memberikan pemahaman dasar tentang cara kerja ekonomi pasar.

Baca Juga : Cara Wujudkan Resolusi Keuangan 2023

Baca juga : Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Beberapa Prinsip yang Perlu Diketahui

Prinsip-prinsip ini diterapkan dalam tiga kegiatan berbeda, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi dengan tujuan utama mencapai keuntungan maksimum serta kerugian minimum.

Baca Juga:
Mau Investasi? Simak Untung Rugi Beli Tanah Kavling Ini!

1.    Prinsip Konsumen

Konsumen adalah pihak atau individu yang menggunakan jasa atau produk dengan tujuan untuk memuaskan kebutuhannya. Orang-orang hanya menggunakan produk atau barang tanpa menjual kembali produk telah dibelinya kepada suatu pihak.

Peran konsumen sendiri sangatlah penting, tanpa konsumen semua rantai pasok tidak akan berjalan, oleh karena itu konsumen adalah kunci dari keberlangsungan suatu produk.

Konsumen dalam prinsip ekonomi memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan nasional suatu negara. Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa sangat bergantung pada konsumsi untuk meningkatkan perputaran ekonomi.

Prinsip yang perlu diperhatikan konsumen adalah dengan memprioritaskan barang atau jasa yang akan dibeli dengan melihat kegunaannya terlebih dahulu (basic need prioritization).

Karena konsumen hanya boleh memilih barang dan jasa benar-benar penting dan dibutuhkannya. Hindari gaya hidup boros dan boros dengan membeli barang dengan harga yang terjangkau

Pilih barang dengan kualitas terbaik kemudian lakukan tawar-menawar saat membeli barang atau jasa untuk mendapatkan harga terbaik. Bandingkan antara pengeluaran dan pemasukan.

Baca Juga : 5 Tips Mengatur Keuangan Saat Banyak Cicilan

Baca Juga : Cara Pemutihan BI Checking yang Akan Berguna Bagi Anda

2.    Prinsip Produsen

Prinsip ekonomi produsen sering ditafsirkan sebagai pengusaha yang memproduksi barang dan jasa, termasuk produsen, grosir, pemasok, serta pengecer komersial.

Yaitu setiap orang atau badan hukum yang berperan untuk memasok barang atau jasa kepada konsumen. Proses produksi telah dilakukan oleh produsen sendiri bertujuan untuk mengupgrade barang atau menciptakan barang baru.

Hal tersebut berguna dalam memenuhi kebutuhan orang banyak. Contohnya bagi produsen sendiri ialah hasil produksi suatu barang banyak dicari serta dibutuhkan oleh masyarakat.

Menyesuaikan volume produksi dengan jumlah permintaan. Di cari bahan baku dengan kualitas terbaik, namun dengan harga yang tetap terjangkau di masyarakat.

Baca Juga:
Cara Menghitung Kemampuan Mencicil Paling Mudah

Prinsip ekonomi seperti memiliki karyawan atau departemen SDM yang ahli, terampil juga disiplin serta menentukan tempat pembuatan barang dekat dengan sumber bahan baku dan juga dekat dengan tempat pemasaran.

Dengan alat teknologi yang tepat guna menjadikannya lebih efisien (lebih ekonomis) dan lebih ramah lingkungan sehingga terjangkau di kalangan masyarakat.

Baca Juga : Mau Pinjam Uang? Pahami Dulu Jenis Suku Bunga Perbankan

Baca Juga : Inilah Manfaat Membuat Business Plan dengan Baik

3.    Prinsip Distributor

Distributor adalah orang atau kelompok yang menjual produk ke konsumen akhir. Distributor juga adalah pihak membeli produk dari produsen dalam bentuk jadi tanpa ada perubahan atau modifikasi.

Hal tersebut untuk disalurkan kepada konsumen baik secara langsung atau melalui pengecer seperti kios, toko, swalayan dan lain-lain.

Pedagang juga berperan dalam menyimpan barang atau jasa untuk jangka waktu tertentu sebelum didistribusikan ke pedagang atau konsumen lain.

Tidak heran jika banyak distributor memiliki gundang penyimpanan untuk sementara pada barang-barang yang akan mereka jual. Prinsip ekonomi mempermudah mendapat barang dan jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!